Rabu, 20 Maret 2019

KONSEP DASAR SUPERVISI PENDIDIKAN.


A.    KONSEP DASAR SUPERVISI
Konsep Supervisi Pendidikan Yang Modern
Masih dikutip dalam buku perkembangan supervise  pendidikan  bahwa konsep supervisi yang modern menekankan pada pendekatan demokratis. Usaha-usaha yang ditempuh baik oleh supervisor maupun yang disupervisi terdapat kesepakatan keduanya.
Inti supervisi adalah sebagaimana guru dapat melakukan proses pembelajaran yang sebaik-baiknya sehingga para peserta didik dengan mudah melakukan proses pembelajaran. Douglass (1961: 2-3) memberikan konsep supervise pendidikan menjadi 3 kelompok yaitu:
1)      Good supervision is democratic.(supervisi yang demokratis).
Supervise yang baik menurut douglass adalah supervise yang demokratis , karena ketika kita hidup dalam masyarakat yang demokratis sangat diperlukan di dalam kehidupan bermasyaakat dan bernegara, untuk itulah maka proses pendidikan juga harus bersifat demokratis. Implikasinya terhadap supervisi adalah pelaksanaan supervise harus juga bersifat demokratis. Agar untuk tercapainya tujuan demokrasi tersebut, maka dikembangkan di sekolah yang menciptakan suasana demokratis. Disekolah inilah masing-masing individu dapat berkembang pengetahuannya, minat, cita-cita, dan kemampuannya, untuk dapat menemukan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat.
Petugas supervise tidak hanya sadar akan adanya perubahan, tetapi juga harus melihat pendidikan kaitannya dengan perubahan tersebut serta harus mengetahui kecenderungan yang ada dalam masyarakat. Demokrasi dalam dunia pendidikan dilakukan dengan cara memasukkan unsur-unsur kerja sama antara guru dengan supervisor. Mereka secara bersama-sama memecahkan masalah bersama. Supervisor yang demokratis juga menekankan pada pertumbuhan jabatan guru, diskusi dan penentuan tujuan yang bervariasi, menciptakan metode dan prosedur untuk perbaikkan pembelajaran dan pengembangan kemampuan guru dalam rangka pemantapan diri.

2)      Good supervision is objective and systematic.(supervise yang objektif dan sistematis)
Karakteristik supervise ini terletak pada penggunaan metode yang objektif dalam melaksanakan pengukuran proses pembelajaran dan hasil-hasilnya, serta pengelompokkan yang objektif disertai dengan analisis statistic. Konsep supervisi yang objektif dan sistematis mengarah pada pengumpulan data dalam rangka menguji hipotesis-hipotesis dan teori-teori yang baru. Sifat objektif dan sistematis juga berlaku bagi riset dan percobaan-percobaan yang perlu untuk menentukan efektivitas dan validitas metode dan prosedur, baik bagi program pembelajaran maupun bagi keperluan supervise, terutama sekali bagi supervise pendidikan.

3)      Good supervision is creative.(supervise yang baik adalah supervisi yang kreatif)
Supervise yang creative membutuhkan suatu situasi dimana para guru dan peserta didik dapat tumbuh kemampuannya dibawah tenaga professional.
Tujuaan supervise yang kreatif adalah mengembangkan program kerjasama yang berkenaan dengan perhatian umum , menggunakan riset ilmiah dan mempersiapkan tenaga-tenaga professional yang menuntut problem-problem ilmiah, bebas dari pengawasan, dan menstimulir melalui semangat penemuan.supervisi pendidikan mempuanyai program perbaikan, tidak hanya terbatas ditentukan dan sekaligus ditangani oleh atasan, tetapi kerjasama dipertahankan dan dipelihara dalam rangka pengembangan riset ilmiah.
Jadi supervisi pendidikan adalah pengawasan yang di lakukan oleh supervisor untuk, membantu dan  menyelesaikan masalah yang ada dalam pendidikan.
 adapun tujuan supervisi pendidikan dari Buku kurikulum II D 1975
Tujuan supervisi dirumuskan kepada 5 hal, yaitu:
1) Meningkatkan efektivitas dan efisiensi belajar.
2) Mengendalikan penyelenggaraan bidang teknis edukatif di sekolah
sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
3) Menjamin agar kegiatan sekolah berlangsung sesuai dengan ketentuan
yang berlaku, sehingga berjalan lancar dan memperoleh hasil yang
optimal.
4) Menilai keberhasilan sekolah dalam pelaksanaan tugasnya.
5) Memberikan bimbingan langsung untuk memperbaiki kesalahan,
kekurangan, dan kekhilafan serta membantu memecahkan masalah
yang dihadapi sekolah, sehingga dapat dicegah kesalahan yang lebih
jauh


B.     FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN.                                                                                                                        
a.        Kurikulum 1975
Supervise dibagi menjadi 3
·         Mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan kurikulum dengan segala sarana dan prasarana.
·         Membantu serta membina guru/kepala sekolah dengan cara memberikan petunjuk, penerangsn dan pelatihan dan kemampuan mengajarnya.
·         Membantu kepala sekolah/guru untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah.
b.        Adapun fungsi supervise menurut Ametembun yaitu sebagai berikut:
·         Penelitian.
Yaitu sebagai pencari solusi untuk pemecahan masalah yang dihadapi.
·         Penilaian.
Yaitu untuk mengukur tingkat kemajuan yang diinginkan, seberapa besar kemajuan yang telah berhasil dicapai. Dan penilain juga dilakukan dengan beberapa cara seperti tes, penetapan standar, penilaian kemajuan belajar peserta didik
·         Perbaikan.
Yaitu sebagai usaha untuk mendorong guru baik secara perseorangan maupun kelompok agar mereka mau melakukan berbagai perbaikan dalam menjalankan tugas mereka.
·         Pembinaan.
Yaitu salah satu usaha untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi, yaitu dengan melakukan pembinaan atau pelatihan kepada guru-gurutentang cara-cara baru dalam melaksanakan suatu proses pembelajaran


C.     PRINSIP SUPERVISI PENDIDIKAN
 Ngalim Purwanto dalam bukunya Administrasi dan Supervisi Pendidikan bahwa Moh. Rifai, M. A., untuk menjalankan tindakan-tindakan supervisi sebaik-baiknya kepala sekolah hendaklah memperhatikan prinsi-prinsip berikut :
o   Supervisi hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif, yaitu pada yang dibimbing dan diawasi harus dapat menimbulkan dorongan untuk bekerja.                                                            
o   Supervisi harus didasarkan atas keadaan dan kenyataan yang sebenarbenarnya ( reslistis, mudah dilaksanakan ).
o   Supervisi harus sederhana dan informal dalam melaksanakannya.
o   Supervisi harus dapat memberikan perasaan aman kepada guru-guru dan pegawai-pegawai sekolah yang disupervisi.
o   Supervisi harus didasarkan atas hubungan professional, bukan atas dasar hubungan pribadi.
o   Supervisi harus selalu memperhitungkan kesanggupan, sikap, dan mungkin prasangka guru-guru dan pegawai. g. Supervisi tidak bersifat mendesak ( otoriter ) karena dapat menimbulkan perasaaan gelisah atau bahkan antipati dari guru-guru
o    Supervisi tidak boleh didasarkan atas kekuasaaan pangkat, kedudukan atau kekuasaan pribadi.
o   Supervisi tidak boleh bersifat mencari-cari kesalahan dan kekurangan.
o    Supervisi tidak dapat terlalu cepat mengharapkan hasil, dan tidak boleh lekas merasa kecewa.
o   Supervisi hendaknya juga bersifat preventif, korektif, dan kooperatif.
Preventif berarti berusaha mencegah jangan sampai timbul hal-hal yang negatif. Sedangkan korektif yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan  yang telah di perbuat. Dan kooperatif berarti bahwa mencari kesalahankesalah atau kekurangan-kekurangan dan usaha memperbaikinya ndilakukan bersama-sama oleh supervisor dan orang-orang yang diawasi.
Menurut Pidarta (1986: 23) fungsi supervisi itu dapat dibagi (dibedakan) menjadi dua bagian besar, yaitu 
a.       Fungsi utama ialah membantu sekolah yang  sekaligus mewakili pemerintah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yaitu membantu perkembangan individu para siswa.
b.      Fungsi tambahan ialah membantusuiswa dalam   membina guru-guru agar dapat bekerja dengan baik dan dalam mengadakan kontak dengan  masyarakat dalam rangka mernyesuaikan diridengan masyarakat serta mempelopori kemajuan masyarakat



D.    PERANAN SUPERVISI PENDIDIKAN.
Seoraang supervisor dapat berperan sebagai:
a.       Koordinator.
b.      Konsultan.
c.       Pemimpin kelompok
d.      Evaluator.
Dari ke-4 peranan tersebut dapat dipahami bahwa supervisor itulah pusat pertama agar berjalannya supervisi pendidikan, perannya menjadi peran utama dalam menjalankan supervise pendidikan itu.

E.     OBJEK SUPERVISE.
Adapun objek dari supervisi pendidikan terbagi menjadi dua
bagian, yakni pembinaan personil dan pembinaan non-personil.
a.       Pembinaan personil
1)      Kepala sekolah
2)      Guru
3)      staff sekolah
4)       peserta didik.
b.      pembinaan non-personil.
Menurut keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 079/1975, sarana
pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar, yaitu:
1)      Bangunan dan perabotan sekolah.
2)      Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan, alat-alat peraga dan laboratorium.
3)      Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audio-visual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil.








DAFTAR PUSTAKA
Lantip Diat Prasojo, Supervisi Pendidikan, Yogyakarta: PENERBIT GAVA MEDIA. Cetakan I 2015 http://repository.uin-suska.ac.id/3107/3/BAB%20II.pdf.

5 komentar:

  1. Bagaimanakah hubungan Good supervision is democratic dengan supervisi pendidikan anak usia dini ? Jelaskan trmksh

    BalasHapus
  2. Coba jelaskan bagaimana penerapan supervisi pendidikan terhadap anak usia dini?

    BalasHapus
  3. Coba berikan konsep supervisi yang baik? Jelaskan

    BalasHapus
  4. coba saudara jelaskan apa yang terjadi jika supervisi pendidikan tidak ada ?

    BalasHapus
  5. Tlong saudara jelaskan fungsi umum dari supervisi itu sendiri?

    BalasHapus