A. KONSEP
DASAR SUPERVISI
Konsep Supervisi Pendidikan Yang
Modern
Masih
dikutip dalam buku perkembangan supervise pendidikan bahwa konsep supervisi yang modern menekankan
pada pendekatan demokratis. Usaha-usaha yang ditempuh baik oleh supervisor
maupun yang disupervisi terdapat kesepakatan keduanya.
Inti supervisi adalah
sebagaimana guru dapat melakukan proses pembelajaran yang sebaik-baiknya
sehingga para peserta didik dengan mudah melakukan proses pembelajaran.
Douglass (1961: 2-3) memberikan konsep supervise pendidikan menjadi 3 kelompok
yaitu:
1) Good
supervision is democratic.(supervisi yang demokratis).
Supervise
yang baik menurut douglass adalah supervise yang demokratis , karena ketika
kita hidup dalam masyarakat yang demokratis sangat diperlukan di dalam
kehidupan bermasyaakat dan bernegara, untuk itulah maka proses pendidikan juga
harus bersifat demokratis. Implikasinya terhadap supervisi adalah pelaksanaan
supervise harus juga bersifat demokratis. Agar untuk tercapainya tujuan
demokrasi tersebut, maka dikembangkan di sekolah yang menciptakan suasana
demokratis. Disekolah inilah masing-masing individu dapat berkembang
pengetahuannya, minat, cita-cita, dan kemampuannya, untuk dapat menemukan
dirinya dalam kehidupan bermasyarakat.
Petugas supervise tidak
hanya sadar akan adanya perubahan, tetapi juga harus melihat pendidikan
kaitannya dengan perubahan tersebut serta harus mengetahui kecenderungan yang
ada dalam masyarakat. Demokrasi dalam dunia pendidikan dilakukan dengan cara
memasukkan unsur-unsur kerja sama antara guru dengan supervisor. Mereka secara
bersama-sama memecahkan masalah bersama. Supervisor yang demokratis juga
menekankan pada pertumbuhan jabatan guru, diskusi dan penentuan tujuan yang
bervariasi, menciptakan metode dan prosedur untuk perbaikkan pembelajaran dan
pengembangan kemampuan guru dalam rangka pemantapan diri.
2) Good
supervision is objective and systematic.(supervise yang objektif dan
sistematis)
Karakteristik
supervise ini terletak pada penggunaan metode yang objektif dalam melaksanakan
pengukuran proses pembelajaran dan hasil-hasilnya, serta pengelompokkan yang
objektif disertai dengan analisis statistic. Konsep supervisi yang objektif dan
sistematis mengarah pada pengumpulan data dalam rangka menguji
hipotesis-hipotesis dan teori-teori yang baru. Sifat objektif dan sistematis
juga berlaku bagi riset dan percobaan-percobaan yang perlu untuk menentukan
efektivitas dan validitas metode dan prosedur, baik bagi program pembelajaran
maupun bagi keperluan supervise, terutama sekali bagi supervise pendidikan.
3) Good
supervision is creative.(supervise yang baik adalah supervisi yang kreatif)
Supervise
yang creative membutuhkan suatu situasi dimana para guru dan peserta didik
dapat tumbuh kemampuannya dibawah tenaga professional.
Tujuaan supervise yang
kreatif adalah mengembangkan program kerjasama yang berkenaan dengan perhatian
umum , menggunakan riset ilmiah dan mempersiapkan tenaga-tenaga professional
yang menuntut problem-problem ilmiah, bebas dari pengawasan, dan menstimulir
melalui semangat penemuan.supervisi pendidikan mempuanyai program perbaikan,
tidak hanya terbatas ditentukan dan sekaligus ditangani oleh atasan, tetapi
kerjasama dipertahankan dan dipelihara dalam rangka pengembangan riset ilmiah.
Jadi supervisi pendidikan
adalah pengawasan yang di lakukan oleh supervisor untuk, membantu dan menyelesaikan masalah yang ada dalam
pendidikan.
adapun tujuan supervisi pendidikan dari Buku kurikulum II D 1975
Tujuan supervisi dirumuskan kepada 5 hal, yaitu:
1) Meningkatkan efektivitas dan efisiensi belajar.
2) Mengendalikan penyelenggaraan bidang teknis edukatif di sekolah
sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
3) Menjamin agar kegiatan sekolah berlangsung sesuai dengan ketentuan
yang berlaku, sehingga berjalan lancar dan memperoleh hasil yang
optimal.
4) Menilai keberhasilan sekolah dalam pelaksanaan tugasnya.
5) Memberikan bimbingan langsung untuk memperbaiki kesalahan,
kekurangan, dan kekhilafan serta membantu memecahkan masalah
yang dihadapi sekolah, sehingga dapat dicegah kesalahan yang lebih
jauh
B. FUNGSI
SUPERVISI PENDIDIKAN.
a.
Kurikulum 1975
Supervise dibagi
menjadi 3
·
Mengadakan penilaian terhadap
pelaksanaan kurikulum dengan segala sarana dan prasarana.
·
Membantu serta membina guru/kepala
sekolah dengan cara memberikan petunjuk, penerangsn dan pelatihan dan kemampuan
mengajarnya.
·
Membantu kepala sekolah/guru untuk
menghadapi dan menyelesaikan masalah.
b.
Adapun fungsi supervise menurut
Ametembun yaitu sebagai berikut:
·
Penelitian.
Yaitu sebagai pencari
solusi untuk pemecahan masalah yang dihadapi.
·
Penilaian.
Yaitu untuk mengukur
tingkat kemajuan yang diinginkan, seberapa besar kemajuan yang telah berhasil
dicapai. Dan penilain juga dilakukan dengan beberapa cara seperti tes,
penetapan standar, penilaian kemajuan belajar peserta didik
·
Perbaikan.
Yaitu sebagai usaha
untuk mendorong guru baik secara perseorangan maupun kelompok agar mereka mau
melakukan berbagai perbaikan dalam menjalankan tugas mereka.
·
Pembinaan.
Yaitu salah satu usaha
untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi, yaitu dengan melakukan pembinaan
atau pelatihan kepada guru-gurutentang cara-cara baru dalam melaksanakan suatu
proses pembelajaran
C. PRINSIP
SUPERVISI PENDIDIKAN
Ngalim Purwanto dalam
bukunya Administrasi dan Supervisi Pendidikan bahwa Moh. Rifai, M. A., untuk
menjalankan tindakan-tindakan supervisi sebaik-baiknya kepala sekolah hendaklah
memperhatikan prinsi-prinsip berikut :
o
Supervisi hendaknya bersifat konstruktif
dan kreatif, yaitu pada yang dibimbing dan diawasi harus dapat menimbulkan
dorongan untuk bekerja.
o
Supervisi harus didasarkan atas keadaan
dan kenyataan yang sebenarbenarnya ( reslistis, mudah dilaksanakan ).
o
Supervisi harus sederhana dan informal
dalam melaksanakannya.
o
Supervisi harus dapat memberikan
perasaan aman kepada guru-guru dan pegawai-pegawai sekolah yang disupervisi.
o
Supervisi harus didasarkan atas hubungan
professional, bukan atas dasar hubungan pribadi.
o
Supervisi harus selalu memperhitungkan
kesanggupan, sikap, dan mungkin prasangka guru-guru dan pegawai. g. Supervisi
tidak bersifat mendesak ( otoriter ) karena dapat menimbulkan perasaaan gelisah
atau bahkan antipati dari guru-guru
o
Supervisi tidak boleh didasarkan atas
kekuasaaan pangkat, kedudukan atau kekuasaan pribadi.
o
Supervisi tidak boleh bersifat
mencari-cari kesalahan dan kekurangan.
o
Supervisi tidak dapat terlalu cepat
mengharapkan hasil, dan tidak boleh lekas merasa kecewa.
o
Supervisi hendaknya juga bersifat
preventif, korektif, dan kooperatif.
Preventif berarti
berusaha mencegah jangan sampai timbul hal-hal yang negatif. Sedangkan korektif
yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan
yang telah di perbuat. Dan kooperatif berarti bahwa mencari
kesalahankesalah atau kekurangan-kekurangan dan usaha memperbaikinya ndilakukan
bersama-sama oleh supervisor dan orang-orang yang diawasi.
Menurut Pidarta (1986:
23) fungsi supervisi itu dapat dibagi (dibedakan) menjadi dua bagian besar,
yaitu
a.
Fungsi utama ialah membantu sekolah yang sekaligus mewakili
pemerintah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yaitu membantu perkembangan
individu para siswa.
b.
Fungsi tambahan ialah membantusuiswa dalam membina
guru-guru agar dapat bekerja dengan baik dan dalam mengadakan kontak
dengan masyarakat dalam rangka mernyesuaikan diridengan masyarakat serta
mempelopori kemajuan masyarakat
D. PERANAN
SUPERVISI PENDIDIKAN.
Seoraang
supervisor dapat berperan sebagai:
a. Koordinator.
b. Konsultan.
c. Pemimpin
kelompok
d. Evaluator.
Dari ke-4 peranan
tersebut dapat dipahami bahwa supervisor itulah pusat pertama agar berjalannya
supervisi pendidikan, perannya menjadi peran utama dalam menjalankan supervise
pendidikan itu.
E. OBJEK
SUPERVISE.
Adapun
objek dari supervisi pendidikan terbagi menjadi dua
bagian,
yakni pembinaan personil dan pembinaan non-personil.
a. Pembinaan
personil
1) Kepala
sekolah
2) Guru
3) staff
sekolah
4) peserta didik.
b. pembinaan
non-personil.
Menurut keputusan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 079/1975, sarana
pendidikan
terdiri dari 3 kelompok besar, yaitu:
1) Bangunan
dan perabotan sekolah.
2) Alat
pelajaran yang terdiri dari pembukuan, alat-alat peraga dan laboratorium.
3) Media
pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audio-visual yang menggunakan alat
penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil.
DAFTAR PUSTAKA
Lantip
Diat Prasojo, Supervisi Pendidikan,
Yogyakarta: PENERBIT GAVA MEDIA. Cetakan I 2015 http://repository.uin-suska.ac.id/3107/3/BAB%20II.pdf.
Bagaimanakah hubungan Good supervision is democratic dengan supervisi pendidikan anak usia dini ? Jelaskan trmksh
BalasHapusCoba jelaskan bagaimana penerapan supervisi pendidikan terhadap anak usia dini?
BalasHapusCoba berikan konsep supervisi yang baik? Jelaskan
BalasHapuscoba saudara jelaskan apa yang terjadi jika supervisi pendidikan tidak ada ?
BalasHapusTlong saudara jelaskan fungsi umum dari supervisi itu sendiri?
BalasHapus